Setelah Ini

Kau tahu kenapa kita tidak pernah akan bisa bertemu lagi setelah ini?

Kau selalu datang padaku saat kau merasa lelah dengan hatimu. Kau ceritakan padaku hal yang tidak kau ceritakan pada orang lain, tentang masalah hati, tentang luka, dan tentang airmata. Dan aku menerimamu apa adanya. Aku mendengarkan dan aku mengerti.

Aku selalu datang padamu saat aku ingin mencari rasa bahagia. Aku mengajakmu mencari udara lain yang lebih membahagiakan. Aku menceritakan hal yang biasa aku ceritakan pada orang lain untuk membuat mereka tertawa, tentang lelucon dunia maya, tentang harapan palsu yang terlalu mengada-ada, tentang gadis yang terlalu percaya diri menatap dunia walau hatinya porak-poranda.

Aku adalah lampiasan sedihmu dan kau adalah pelarian bahagiaku.

Tapi sekarang kita tak bisa saling mendatangi satu sama lain lagi.

Karena kini kau sedang berbahagia.

Karena kini aku sedang bersedih.

Advertisements

For The Man I Never Could Say Hi

Tanpa sengaja (atau memang ini sudah takdir) setelah berwaktu-waktu lamanya nggak main ke Facebook, aku akhirnya menjengukmu kembali lewat wall post seorang teman. “Hi, apakabar kamu? “, adalah kata-kata pertama yang terlintas ketika melihat namamu di tag di wall post itu. Tanpa ragu aku langsung membuka profil Facebookmu. Dan apa yang aku khawatirkan sedetik setelah membaca namamu memang terjadi. Kau sudah pergi. Kau sudah di dunia yang berbeda. Tapi aku masih belum menangis dan mulai membaca satu per satu postingan orang-orang di wallmu, dan aku tak sanggup menahan air mata lagi. Curhatan polos dari beberapa diantara teman-temanmu membuat hatiku getir. Mereka begitu merindukanmu bahkan mereka ingin juga segera bertemu denganmu. Aku iri pada mereka yang bisa seperti itu denganmu. Ingin sekali aku juga menuliskan sebaris dua baris kata di wallmu, tapi ah aku siapa, kita bahkan bukan teman Facebook. Tapi kita tetap teman bukan? Kita teman satu sekolah. Untuk itu, walaupun aku tak bisa menuliskannya di wall Facebookmu, aku akan tetap menuliskannya disini.

Hi, kamu teman satu sekolah yang bahkan namamu pun aku tak ingat betul. Kamu teman sekolah yang selalu ingin aku sapa karena entah mengapa, saat melihat wajahmu pertama kali kita berpapasan aku begitu familiar dengan wajahmu, seperti kamu adalah teman lama yang hilang. Hi kamu teman sekolah yang aku akui menarik. Hi kamu teman sekolah yang tak pernah jadi teman sekelas. Kamu teman sekolah yang terlihat super pendiam diantara teman laki-lakimu yang lain. Hi kamu teman sekolah yang manis, selamat jalan. Selamat berbahagia di sana, di tempat yang lebih baik. Semoga kita akan sempat berkenalan di sana, dan jika kita sudah berkenalan aku ingin kita menjadi teman baik. See you soon. 🙂

 

Things I Couldn’t Say

Sepekan ini sudah 4 kali aku duduk di depanmu seperti ini, mendengarkanmu sambil memeperhatikan mimik wajahmu yang unik saat kau sedang bercerita tentang dia. Aku akui, entah berapa kali aku tersesat dalam pikiranku sendiri saat kita sedang berbincang serius seperti ini. Bukan aku tak tertarik pada topik pembicaraanmu, tapi aku sedang berpikir lebih keras mengenai apa yang akan terjadi saat aku sudah tak bisa duduk bersamamu seperti ini. Apakah kau juga akan seantusias ini jika kau berceloteh dengan orang lain? Apakah kau juga akan semanja ini di depan orang lain saat membicarakn tentang mimpi masa depanmu? Apakah kau…?

Aku harap kita bisa terus seperti ini. Hanya kau yang bisa membuatku seperti ini.

Kata-katamu itu hanya bisa membuatku tersenyum mengiyakan. Bisakah? Akankah? Hanya kata-kata itu yang terlintas di benakku saat ini, karena aku tak yakin akan apa yang terjadi hari esok, bahkan satu jam yang akan datang pun tak bisa kupastikan. Mengapa? Karena aku tak bisa terus seperti ini. Terus berpura-pura di depanmu dengan semua ketangguhan yang aku buat-buat. Aku bukanlah aku yang kau kenal. Aku bukanlah dia yang selama ini kau harapkan. Aku bukanlah dia yang akhirnya kau temukan.

Aku adalah aku yang ingin menjadi sepertimu.

 

NB: Listening to Things I Couldn’t Say by Noel, suddenly it makes me thinking of you. Thinking about things that I couldn’t say to you. Just like the lyric of the song, I just wanna say these things to you:

Meet someone good and smile
Live as you receive even more love
Forget about how I couldn’t treat you well and my pitiful memories
The memories of the hard days, memories of the happy days
Thank you and I’m sorry

Setelah diliat-liat lagi, this blog is totally a mess. I just wrote what I want to write and almost no one read it (yeah my life). I just think that I will no longer update this blog or just close this blog. I have no desire to write something cheapy creepy about stuff like this anymore, haha. But, maybe who knows if something happened to me, maybe I’ll change my mind again, haha.