Mata Kuliah ‘Sesuatu Banget’

Sistem fungsional bisnis 1, ya begitulah mata kuliah ini sering disingkat dengan SFB 1, adalah mata kuliah yang pada dasarnya mengajarkan kita tentang berbagai dasar dunia bisnis. Dalam dunia bisnis tersendiri mestinya tak bisa lepas dari yang namanya perusahaan. Kami pun juga diajarkan tentang apa itu perusahaan dan tak tanggung-tanggung, kami pun secara berkelompok harus membuat sebuah perusahaan juga.

Perusahaan ini terdiri dar 5-6 orang, dengan nama sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Uniknya disini, selain harus membuat sebuah perusahaan, kamipun juga harus membuat sebuah produk. Kira-kira produk apa yang kami hasilkan ? Huh, diluar perkiraan ternyata peruasahaan akan mengolah dan menginovasi kopi.

Yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika mendengar kata kopi adalah minuman pekat dan hitam penghilang rasa kantuk. Yup, memang benar. Itulah cirri paling menonjol dari kopi. Namu, pada kuliah kali ini, yangdiminta adalah sebuah produk yang baru dan berinovasi, pokoknya yang berbeda dan belum pernah ada sebelumnyajikalau bisa.

Dengan persaingan yang ketat yakni dengan 31 kelompok lainnya. Tentu saja bisa anda bayangkan betapa harus jelinya suatu kelompok untuk menentukan produk macam apa yang akan mereka produksi agar tidak saling sama dengan produk olahan kelompok lainnya.

Nah, yang membuat unik lagi adalah pekerjaan dari setiap proses pembuatan produk harus dilakukan sendiri atau dengan kata lain, semua harus benar-benar tahu dan mengerti setiap proses dari pembuatan produk mereka. Dan karena itulah,muncul berbagai kendala dann masalah.

Ketika kita diminta pertama kali untuk menunjukkan rasa dan kualitas dan kopi asli, tentunya kami harus membeli kopi biji terlebih dahulu, menyangrai dan menumbukny a secara tradisional dan proses-proses lainnya hingga menghasilkan sebuah kopi bubuk siap pakai. Dan disinilah drita akan dimulai. Karena hal ini semua membutuhkan waktu pengerjaan yang lama, maka kamipun sekelompok harus meengorbankan waktu tidur kami untuk begadang menyangrai, menumbuk, dan mmengayak hingga pada akhirnya menghasilkan kopi bubuk siap seduh.

Tak cukup sampai disitu, penderitaan juga akan berlanjut ketika kita sudah diminta untuk membuat produk inovasi dari bubuk kopi tersebut. Beberapa malam panjang kami lalui dengan membuat produk kami. Pada intiya, saya ingin mengungkapkan bahwa kuliah ini itu ‘sesuatu banget’. Jujur saja, kami berkuliah di Jurusan Sistem Informasi yang berbasis teknologi lebih tepatnya mengenai computer dan jariingan, namun tidak tidur semalaman bukan hanya untuk membuat program computer, melainkan untuk membuat kopi. K

Advertisements

Sistem Informasiku…

Entah tepatnya tanggal berapa pertama kali saya menginjakkan kaki di jurusan tercinta Sistem Informasi. Tapi kesan pertama ketika memasuki jurusan masihlah teringat. Di depan atas gedung jurusan, memang terpampang papan bertuliskan ‘Sistem Informasi, Fakultas Teknologi dan Infromasi’ tapi hal itu berbeda ketika memasuki jurusan, yang akan kalian dapati adalah tulisan ‘…….Industrial Engineering’, nah bingung kan ? Hal ini disebabkan, gedung jurusan Sistem Informasi itu berada pada satu atap dengan jurusan Teknik Industri, tidak heran sepanjang jalan pertama memasuki jurusan Sistem Informasi, yang akan terlihat adalah ruangan milik jurusan Teknik Industri.

Lalu dimanakah kalian akan mendapi letak jurusan Sistem Informasi sesungguhnya ? Ketika kalian sudah sampai pada lorong yang cukup luas dan disebelah kanan dinding tergantung mading Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi, maka kalian memasuki kawasan Sistem Informasi yang sebenarnya. Di jurusan SI terdapat 8 ruang kelas, mulai dari TC-01 hingga TC-08, dan disepanjang dinding ruang kelas itu kalian akan menemui sesuatu yang berbeda, apa itu ? Kalian akan menjumpai banyak foto dari mahasiswa/mahasiswi yang bergaya dengan para tokoh idolanya.

Cukup mengenai sekilas keadaan fisik jurusan SI, jika saya bahas satu persatu mungkin akan menghabiskan banyak kata, karena masih banyak lagi hal yang menarik, belum lagi yang ada di lantai dua. Topik beralih pada suasana perkuliahan di Jurusan Sistem Informasi. Secara umum, mungkin suasananya kan sama seperti yang kalian temui di jurusan-jurusan lain, tetapi tetap ada sesuatu yang berbeda dan menarik untuk dibahas.

Di semester pertama, ada matakuliah bernama Keterampilan Interpersonal (KI), mata kuliah ini terbagi menjadi dua sesi, yakni materi dalam kelas dan praktek, yang menjadi unik adalah prakteknya. Praktek KI ini dilaksanakan di sore hari dalam dua hari yang berbeda, yakni hari Selasa dan Kamis. Mm…menurut imaginasi kalian, apa yang kan dilakukan ketika praktek berlangsung ? Berada di laboratiumkah ? Jika kalian berpikiran seperti itu maka kalian salah besar. Kuliah ini dilakukan di lapangan terbuka yakni di SI Garden, dan apa saja kegiatannya ? Bermain. Itulah yang dilakukan dalam kuliah ini. Namun, permainan yang dilakukan bukanlah seksedar permainan biasa, tetapi lebih tepatnya materi kuliah disampaikan dalam bentuk permainan berkelompok.

Saat kuliah ini berlangsung, suasana di jurusan SI terasa sangat unik dan berbeda, dan mungkin bagi pertama kali yang melihatnya akan merasa aneh dan kontras dengan lingkungan sekitarnya. Ya, saya pun kadang merasakan kekontrasan itu. Bagaimana tidak, jika di SI Garden kalian bisa melihat gelak tawa serunya permainan, maka di sekitar SI Garden atau di Plasa SI kalian akan melihat pemandangan yang berbeda, yakni wajah-wajah serius yang sedang berkutat dengan notebook-notebook mereka.

Selain di sore hari dimana KI berlangsung suasana perkuliahan juga terlihat kondusif dan jarang terlihat sepi hingga larut malam. Ruang kelas dan lingkungan sekitar terlihat bersih dan rapi, tidak ada sampah berserakan sembarangan. Secara kasat mata, lingkungan jurusan SI sangat terjaga kebersihannya, dan ini semakin menjadikan suasana perkuliahan terasa nyaman dan kondusif.

What’s On Your Mind ?

Hari ini adalah hari Sabtu yang seharusnya merupakan hari libur bukan ? Tapi apalah jika Sabtu-Minggu libur bagi mahasiswa ? (ehem…) Ya, hari ini walaupun hari Sabtu tapi kampus saya mengadakan kegiatan PKTI – Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (bener ga ya ini kepanjangannya ?) yang berlangsung sejak tadi pagi kira-kira pukul 7.30 sampai sore hari ini. Kegiatan berlangsung menarik dan seru, acara diisi oleh pemateri-pemateri yang hebat dan berprestasi. Masing-masing dari mereka selain memberikan materi pokok juga memberikan semacam motivasi bagi kami. Namun yang menarik dari saya adalah dari dua pemateri yang berbeda ini, yang mungkin tidak saling kenal ternyata menyampaikan quote yang sama yang intinya yakni “Apa yang kita pikirkan mencerminkan siapa diri kita”.

Terus terang saja, akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar maupun membaca kata-kata ini, termasuk update status teman saya pun tentang ini, yang kebetulan sekali waktu itu saya juga membacanya. Begini tulisnya, “Orang dinilai dari apa yang ia pikirkan”, intinya sama Bukan ?  Saya tak habis pikir, ada apa ini ? Mengapa kata-kata ini selalu mengikuti saya ? (wah lebai nih…)

Tapi jika dirasakan (wah jangan dirasakan, kita telaah saja) kata-kata ini sesugguhnya punya arti yang sangat dalam. Kata-kata ini mempunyai nilai kebenaran bahwa sejatinya apa yang selalu ada dipikiran kita secara langsung maupun tidak, kita sadari maupun tidak akan membentuk mindset kita. Dan dari pola pikir itulah yang akan mempengaruhi cara kita bertindak, cara kita bersikap, cara kita berbicara, dan cara hidup kita yang secara otomatis akan mencerminkan bagaimana diri kita ini sesungguhnya.

Contoh yang mudah saja, apabila seseorang terbiasa berpikir positif tentang hal-hal yang ditemuinya, maka ketika setiap kali ia dimintai pendapat atau pandangannya mengenai suatu hal, maka yang ia utarakan pastilah bernilai positif. Dari sini orang-orang akan menilai bahwa ia adalah seseorang yang selalu berpikir positif. Hal yang sama juga akan terlihat pada orang-orang yang selalu berpikiran negatif, apa yang mereka ucapkan setidaknya akan mengandung satu hal negatif.

Tapi lebih dari sekedar contoh di atas, kata-kata ini menyiratkan pesan kepada kita bahwa sebenarnya apa yang kita pikirkan bukan hanya mencerminkan seperti apa diri kita, tapi juga dapat menentukan masa depan kita. Berbicara mengenai masa depan yang terlintas adalah masa depan sukses, siapa sih yang tidak mau sukses ? Adakah diantara kita yang tidak ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya ? Semua pasti menjawab mau bukan ? Nah, itulah sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan. Banyak-banyaklah berpikir mengenai kesuksesan, yakinkan pada diri sendiri bahwasannya kesuksesan selalu bersama dengan kita. Sesuai dengan apa yang tertulis dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne yang salah satu teorinya menyatakan hubungan tarik-menarik antara kita dengan semesta. Ketika kita berpikir tentang suatu hal secara positif maka dengan sendirinya semesta akan menarik segala kekuatan positif ke dalam diri kita, begitu sebaliknya ketika hal negatif yang kita pikirkan.

Pada intinya yang dibahas dalam kata-kata tadi dan The Secret adalah sebenarnya mudah mencapai kesuksesan, kita hanya perlu yakin dan menata pikiran kita pada kesuskesan itu sendiri (mungkin lain kali saya akan membahas isi buku ini). Jadi mulailah dari sekarang kita kembali menata mindset kita sebaik mungkin, sepositif mungkin. Semoga dari itu pribadi yang baik akan mengikutinya dan menjadikan langkah awal dari kesuksesan kita sekarang maupun di masa depan. Amin….

Remember !!    “Apa yang kita pikirkan dan percayai mencerminkan seperti apa diri kita”